Jambore
Pramuka Dunia ke-23 atau 23rd World Scout Jamboree (WSJ) 2015 telah
dilaksanakan pada tanggal 28 Juli sampai dengan 8 Agustus 2015.
Bertempat di Kirara-hama, Yamaguchi City, Jepang. Dihadiri
oleh 33.000 peserta dari 150 negara,yang diantaranya adalah Brazil,
Russia, Belanda, Australia, Korea, China, Malaysia, Amerika, Kanada dan
sebagainya. Ragam budaya, etnis, suku dan agama dari seluruh dunia
berkumpul menjadi satu melalui acara ini. 23rd WSJ 2015 ini diadakan
untuk menjalin persaudaraan, kesatuan dan saling menghargai budaya
setiap negara.
Indonesia
mengirim 622 peserta yang berasal dari seluruh Indonesia seperti;
Bangka Belitung, Riau, Sulawesi Tenggara, Papua dan sebagainya.
Provinsi Banten sendiri mengirimkan perwakilan sebanyak 19 orang, dimana
sebagiannya adalah siswa dan guru SMP An-Nisaa’ berjumlah 13 orang.
Merupakan sebuah kesempatan yang sangat langka untuk dapat mengikuti
kegiatan Jambore Dunia tersebut mengingat kegiatan ini hanya dilakukan
hanya 4 tahun sekali. Tim Pramuka SMP An-Nisaa' sangat bersyukur dan
bangga dapat mewakili Propinsi Banten dan Negara Indonesia.
Berbagai
rangkaian acara dilakukan selama kegiatan tersebut diantaranya;
melakukan kunjungan ke beberapa sekolah untuk memperkenalkan budaya
masing-masing negara, science activity, water activity, dan ada juga
Culture Camp yaitu pameran budaya dari setiap negara di lokasi 23rd WSJ
2015. Ada juga beberapa perlombaan, seperti lomba yel yel dari setiap
negara, lomba bola dan sebagainya.
Tentu saja
kesempatan tersebut dimanfaatkan kontingen Indonesia (SMP An-Nisaa’)
dengan sebaik-baiknya untuk memperkenalkan dan menampilkan budaya negara
Indonesia seperti tarian burung yang ditampilkan oleh siswi SMP An-Nisaa. Ada
juga perkenalan tentang batik, alat musik angklung, permainan rakyat
seperti congklak dan sebagainya. Indonesia Day cukup disukai banyak
negara lainnya karena keunikan dan keramahannya. Hal yang juga menarik
adalah Peace Program dengan mengangkat tema “Peringatan bom Hiroshima-Nagasaki” yang diselenggarkan pada tanggal 5 Agustus dan diikuti oleh seluruh perwakilan negara yang hadir pada kegiatan Jambore Dunia.
Di akhir kegiatan setiap anggota
pramuka dari berbagai negara melakukan swap, yaitu pertukaran atribut
pramuka dari masing-masing negara, biasanya yang ditukarkan adalah
badge, scarf atau kacu, ring, sampai dengan tas dan sebagainya. Tradisi
ini dilakukan agar sesama anggota pramuka yang hadir lebih saling
mengenal dan menghargai baik secara individu maupun sebagai perwakilan
negara sehingga tercipta semangat kebersamaan.
Dengan mengikuti 23rd World Scout Jamboree 2015 ini, tentunya banyak
sekali manfaat yang diperoleh seperti meningkatnya keterampilan
bersosialisasi dan berkomunikasi dengan warga dunia yang berasal dari
belahan bumi yang berbeda. Dimana keterampilan tersebut akan sangat
bermanfaat sebagai modal untuk menyongsong masa depan mereka. (Melinda Luthfianna)
